Statusmu Harimaumu


Jaman sekarang siapa yang tak pernah dengar,lihat dan bermain dengan jejaring Sosial Media?hampir semua akun macam fb atau twitter bisa diakses dari ponsel yang canggih sampai yang jadul sekalipun,yang penting ponsel itu ada koneksi internet.Dari semua akun tersebut menyediakan fitur untuk menuliskan apa yang kita pikirkan,yang kita rasakan atau disebut juga dengan status.

Menyimak status2 yang di tulis teman-teman dunia maya kadang membuat saya tersenyum geli,mulai dari yang isinya biasa-biasa saja,curhat terselubung,yang galau ria,yang marah-marah karena sesuatu,yang riang girang bertemu sesuatu,adapula yang menulis status macam buku perjalanan yang setiap jam di update ,ia dimana,sedang apa bersama siapa (okey,itu lagunya kangen band kaan?!) sampai yang berpamer ria dengan menyebut uang yg dimiikinya,harga baju yang baru dibelinya tadi siang,bahkan harga tiket konser yang katanya susahnya minta ampun.

Belum lagi kalau di satu friendlist kita ada dua orang bertengkar,baiklah seluruh isi TL mungkin penuh dengan cacian dan makian dari dua manusia tsb.well,saya pun tak munafik saya bilang ya,saya punya akun-akun tersebut,dan saya pun menulis sesuatu disitu,kadang garing,kadang jayus alias gak lucu,kadang marah-marah tak karuan,dan biasanya akan memancing komentar yang beragam.kalau berisi galau yaa siap-siap diledekin,kalau marah-marah bersiap makin di komporin,kalau sedikit mesra di cengin.

Tips buat saya pribadi kalau bermain di socmed adalah: Jangan menyentil Ras (saya pernah kena tegur soal itu),jangan menyebut angka rupiah,dan jangan meng-add teman kantor…hahahahaha.Urusan terakhir benar-benar saya pilah dan pilih.saya tak meng-add teman2 satu kantor,dan saya pun selektif untuk meng-approve teman satu kantor dengan berbagai alasan.Satu hal yang kemarin saya langgar adalah meng-add mantan!!,itu pun dengan berbagai pertimbangan (wrong!! tak ada pertimbangan macam2 untuk seorang mantan,kalau tak mau sakit hati karena tak sengaja membaca statusnya yg bikin cemburu,lebih baik delete!).

meminjam sebuah pepatah yang telah di modifikasi,Statusmu Harimaumu,ya apapun yang kita katakan,kita rasakan dan kitakita rasakan kalau sudah masuk ranah socmed bersiaplah untuk menerima komentar,respon,dari friendlist atau followers baik itu positif atau negatif.Artikan saja maksud mereka dengan positif (Jujur,saya sendiri kadang tak melakukan hal itu..kalau sudah emosi heheheh),,jangan sampai apa yang kita ucapkan ujung-ujungnya malah akan menjadi boomerang untuk kita sendiri,dan merugikan kita semua,bukankah sudah banyak kasus gara-gara status yang bias merenggangkan hubungan sosial,dipecat dari pekerjaan bahkan berurusan dengan hukum.

Jadi bijaklah bermain dengan status.