Mantan bukan Sampah –Sebuah Opini–


Beberapa waktu lalu saya di bikin tersenyum kecut dan mengerenyitkan dahi ketika membaca sebuah Time line, dari twit seseorang yang saya follow menulis : BUANGLAH MANTAN PADA TEMPATNYA!

Singkat, jelas dan cukup menjengkelkan menurut saya.

Baiklah, pertama kita bicara seseorang yang kita sebut mantan.Sekarang mungkin ia yang kita panggil mantan saat ini adalah orang yang paling kita sayang pada jaman dahulu kala, dan hal tersebut pastilah berhubungan dengan sesuatu yang bernama perasaan,cinta, kasih sayang dll.Okelah, bagaimanapun akhir kisahnya baik sedih maupun senang, hubungan kita dengan dia berakhir, dan statusnya pun berubah menjadi mantan.lantas apakah harus pula disamakan dengan sampah?

Dan kemudian sampah. Tak perlu dijelaskan apa itu, sesuatu yang kotor, busuk dan tidak sedap dipandang. Jelas-jelas ketika truk orangnye milik DPU mellintas kita buru-buru menutup hidung.Itulah sampah.

Lalu tegakah menyebut seseorang yang pernah di damba, dicintai dengan sepenuh hati dengan sesuatu yang busuk dan berbau? Padahal dahulu kala kita begitu di bikin berbunga-bunga, jantungan , dan penuh kasmaran oleh si sampah..

Bagaimapun cara berakhirnya hubungan dua manusia yang pernah mencintai, bukankah tetap harus ada rasa menghargai setelahnya? Bukankah si sampah itu juga manusia berhati dan berperasaan? Bagaimana jikalau posisinya dibalik dan kita yang di sebut dengan sampah? Pastilah menyakitkan.

Well,,tulisan ini tidak dibuat untuk membela mantannya penulis, mengingatnya atau bahkan mengenangnya tetapi hanya ingin mengoceh secara panjang lebar menanggapi twit seseorang yang cukup membuat penulis miris.