Twitmu tanggung jawabmu


Twitter sekarang sudahmenjadi media sosial yang sangat terasa gaungnya dimana – mana. Dengan format 140 karakter setiap user hampir di paksa mengungkapkan apa yang di pikirkannya kedalam sekian ratus kata maka tak jarang seseorang bisa nge-tweet hampir satu timeline penuh dengan tweetnya.

Tapi twit juga harus ada tanggung jawabnya jangan sampai menjadi satu penyebab masalah seperti yang dialami sayah sendiri πŸ˜€

Ceritanya sayah menulis sebuah twit tentang keluh kesah saya di pertemuan sebuah grup, sedetik dua detik kemudian saya menghapusnya karena menurut saya , sungkan. Etapiiiiii…entah kenapa, seseorang mengirim reply mempertanyakan maksud twit sayah barusan, hingga berkali – kali ditanyakannya maksud sayah.

Intinya sih kesalah pahaman aja, di twit yang sayah maksud adalah grup milis yang saya ikuti tetapi sahabat saya tersebut menafsirkannya adalah grup dimana saya dan dia bernaung -_-β€˜

Saya pun meminta maaf atas keteledoran saya dan dengan lapang dada menerima masukan darinya untuk berhati – hati dengan apa yang saya tulis berkaitan dengan penafsiran pembaca.

Well…sosial media memang melenakan tetapi jika terlalu asyik tanpa memperhatikan ( baca : melupakan bahwa ada pembaca) hal – hal penting lainnya tentu akan membuat penggunanya tergelincir, bukan ?