Pengamen yang menentukan harga


Pernah liat anak – anak yang mengamen dengan bergaya punk di jalanan ? pasti pernah.

Entahlah, saya kurang menyukai mereka. Mereka terlalu seram menurut saya. Ketika mereka mulai menaiki angkot saya kok ya merasa terancam. Kalau dulu mereka memilih angkutan yang lebih banyak penumpangnya sebelum mengamen , sekarang mereka tidak segan lagi mengamen walaupun di angkot hanya satu penumpang !

Saya sih sebenarnya tidak terlalu keberatan kalau hanya memberi , hitung – hitung menambah amal saya. Tetapi yang paling gedek ialah , mereka kini dalam “pidatonya” menyebutkan angka rupiah loh…

” Ya ibu – bapak , berikanlah kami seribu – dua ribu rupiah…. ”

loh! loh ! loh….Kok jadi menentukan tarif sendiri ?

Apakah mereka menjual jasa sampai harus menentukan tarif per satu lagu?

Ketika saya mengeluarkan uang receh yang tersedia dan memberikan sebesar Rp.700 apa katanya, turun dari angkot, para pemuda itu menggerutu tidak karuan karena saya hanya memberikan uang receh, 700 pula!

Okey, makin tidak respek saya! Daripada memberi tapi tidak iklas mendingan saya tidak usah sekalian ,, bukan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s