Menikah dan kisah teman


Teman yang satu bercerita, ia menghabiskan sekian puluh juta untuk pesta pernikahannya minggu depan.

Teman saya yang satu lagi menghibur, ia hanya mengadakan pesta sederhana yang penting berkesan, begitu katanya.

Lain hal lagi, seorang sahabat saya yang lain bilang, ” rejeki akan mengikuti ketika niat baik di mulai”.

Hohohohohoho ..memang sih sebuah niat baik seharusnya tetap menjadi niat baik tanpa diiringi kecemasan, kekhawatiran mengenai biaya pernikahan, apalagi memimpikan pesta mewah padahal kondisi pas – pasan.

Menikah itu kan yang di cari syah secara agama dan hukum negara. Soal bisa mengadakan pesta atau tidak, anggaplah itu sebagai kejutan.

Lalu teman saya yang lain dan di waktu yang berbeda mengatakan, ” Tidak perlu terlalu muluk mengadakan pesta yang semewah putri kerajaan, orang yang tidak mampu dengan mas kawin sepuluh ribu pun mereka sudah cukup merasa bahagia, yang penting sah di mata Allah Swt ”

Saya tersenyum, baiklaaah..semua nasihat dan masukan itu tetap akan saya ingat di kepala. Tidak,,,ehhmm,,,maksudnya belum. Lebih lengkapnya tulisan ini tidak dibuat karena saya akan menikah..ehmmm..belum…tetapi akan menjadi pengingat saya saat menjelang menikah nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s