Si Dokter baik


Dokter saya baik sekali.

Ia tampan, ramah dan telaten. Yep, sayah punya dokter langganan dan favorit. Huuummmm, bukan dokter umum sih tapi dokter kulit. Hiihihihiihi…biasalaahh, perempuan yang banyak berinteraksi dengan debu seperti saya semestinya rutin menjaga kulit dan salah satunya ya perawatan oleh dokter kulit itu tadi.

Dokter favorit saya ini, sudah menangani sayah sejak operasi kecil pengangkatan tahi lalat beberapa waktu lalu dan hingga kini sayah masih rutin berkonsultasi dengannya bahkan untuk urusan jerawat sekalipun.

Kemarin, sayah mengunjunginya lagi. Sebenarnya masih soal jerawat di wajah, ehhmmm,,engga ding, jerawatnya sudah berkurang tetapi flek hitam bekasnya masih terlihat, maka jadilaah sayah hari itu mengunjunginya.

Ketika nama sayah di panggil, sayah pun masuk ke dalam ruangannya. Si pak dokter ini tersenyum.

” Tuh udah bagus kok mukanya, biasanya klo kesini mukanya pada bruntusan. krimnya rajin dipake kan ? istirahatnya cukup yaah ” katanya ramah.

” Iya dok, masih rutin tapi ini kok flek hitamnya gak ilang – ilang dok ?”

Si dokter tertawa, ” hehehehe, kenapa kamu bete yah sama fleknya, sabar aja prosesnya kira – kira tiga bulan laah ”

“Ada krim khusus emangnya dok ”
” Sebenenrnya sih krim malam yang biasa sayah kasih itu cukup kok, asal kamunya sabar aja, saya resepin itu aja yah ”

Sayah bimbang, ” yah klo krim malam aja cukup ya sudah. Tolong di kasih sun block ya dok, saya mau liburan soalnya ”

Si dokter tertawa lagi. Ketika ia menulis resep sayah pun menyelanya, ” Dok, jangan di kasih yang efeknya berminyak yaah ” kata saya dengan cerewet.

“Hussh, udaaah. Saya udah hafal kondisi wajah kamu, sekarang jangan nyoba-nyoba krim yang ga jelas lagi yaa, klo ga mau mukanya ancur lagi kaya kemaren “.

Sayah mengangkat bahu. Pasrah.

Secarik kertas resep pun disampirkan kepada sayah untuk di tukarkan di apotik. si dokter ini tidak memberikan resep macam – macam seperti pada umumnya yang mengejar target penjualan obat ( kata temen saya sih ) , beliau cukup memberikan apa yang di butuhkan pasiennya.

Ahhh, si dokter. Udah ganteng, ramah gak mata duitan pula.

hihihihihihih

11 thoughts on “Si Dokter baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s