Crisis of respect


Crisis of respect.

Sejak kecil kita pasti di didik untuk selalu menghormati orang tua, ataupun orang yang secara usia jauh di atas kita walaupun bukan orang tua kandung. Ada hal-hal yang perlu di perhatikan jika kita berhadapan dengan orang yang lebih tua walaupun kita gak kenal sama sekali. Cara berbicara misalnya.

Terkecuali yah, misalnya orang tua tersebut berlaku tidak menyenangkan atau melewati batas etika, maka kalimat pembuka saya di atas mohon di abaikan…hihihihi.

Jadi gini..

Suatu ketika sayah sedang naik angkot dan duduk di bangku paling depan. Kebetulan supir angkot tersebut adalah seorang bapak berusia sekitar yaa..lima atau enam puluhan lah yaa. Karena sedanoblok!g menurunkan penumpang yang adalah seorang ibu-ibu maka angjot tersebut berhenti agak lama. Dari belakang seorang anak perempuan kira-kira berumur lima belas tahun terus-menerus memberi klakson kepada si bapak supir ini. Lalu tak lama si perempuan remaja ini mendahului angkot dan ketika melewati bapak supir ini dengan serta merta dan teramat fasih, si remaja ini melontarkan kata-kata kasar..

“Goblok!” teriak si remaja perempuan itu dengan teramat fasih.

Awalnya si bapak supir acuh saja tapi lamat-lamat dia rupanya kebawa emosi, dikejarnya si motor remaja tersebut dan di hadangnya di tepi jalan.

dan drama pun terjadi.

Bapak supir : “bilang apa lo barusan ? ayo bilang lagi !

Remaja : ( Diam dengan muka terkejut)

Bapak supir : “jadi perempuan ngomong gak di atur, udah kaya p**** di jalanan lu, baru punya motor dapet ngutang aja belagu”

Remaja : ini motor gua……(nunjuk-nunjuk lampu motor)

Bapak supir : Lagian siapa suruh ngikutin jalan angkot, mau gua tabrak sekalian lu, perempuan ngomong kasar kaya gitu sama orang tua, emang lu kaga pernah di ajarin ?!

Si remaja pun cuma diam dan si bapak supir akhirnya melanjutkan lagi perjalanan, sementara juga cuma bisa tarik nafas dan bilang ke bapak supir di sebelah, “sabar pak, jangan emosi”

Si bapak supir : Saya gak suka liat perempuan ngomong kasar gitu sama orang tua, bikin saya emosi, pengen saya tempeleng aja tuh mulutnya. Perempuan macem apa yang berani kaya gitu. Anak sekarang kaya gak pernah di ajarin sopan.

Sayah menarik nafas dan hanya bisa tersenyum. Tak lama kemudian sayah pun turun untuk mengejar bis yang hampir mau jalan.

Si bapak supir : Maaf ya mbak, bisnya jadi ketinggalan
Sayah : Iya gak apa-apa

Usai membayar sayah pun setengah berlari mengejar bis yang hampir mau berangkat itu. Hup. Bisnya kosong dan dapet duduk di posisi yang nyaman. Memandangi jalan tol yang gak pernah berubah sejak bertahun-tahun lalu, lalu seketika teringat lagi dengan peritiwa si bapak supir angkot barusan.

Ya. Anak-anak sekarang memang kebangetan, apa si remaja itu gak pernah kepikiran yah kalau yang ia maki-maki itu bisa jadi seumuran dengan bapaknya? kalau almarhum bapak sayah mendengar sayah seperti itu pastilah mulut sayah ini sudah di tamparnya dengan keras.

Huft.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s