Tanda seru (!) atau tanda tanya (?)


Suatu hari saya dibikin kesal oleh seorang teman dari laman Facebook. Kesal karena yang bersangkutan mengirimi sebuah message di inbox dengan penggunaan tanda baca yang amburadul dan bikin mata saya pusing.

Okeh, katakanlah saya terlalu rumit, njelimet dan repot. Tapi memberi tanda baca untuk menegaskan kalimat apa susahnya sih..

Ybs mungkin bermaksud bertanya kepada saya :

Lagi dimana !!!!!
Kapan pulang !!!!!!
Apa kabar !!!!

Baiklah. Gak ada yang salah dengan kalimat di atas, yang salah itu tanda bacanya. Iyalah, kok saya malah membacanya bukan sebagai pertanyaan tapi sebagai penegasan emosi.

Jadi lo mau nanya gue apa mau marah-marah ke gue ? begitu gumam sayah ketika membaca message di inbox fb sayah tersebut.

Yah menurut sayah penggunaan tanda baca seperti tanda seru dan tanda tanya itu sudah menjadi pelajaran paling umum kan yah, dan semua orang awam pun semestinya mafhum bagaimana menempatkan tanda baca ini ke dalam kalimat bukan ?

Coba bayangkan kalau seorang bawahan bermaksud bertanya kepada atasan tetapi di iringi dengan tanda seru berjejer, apa bukannya malah terjadi misskomunikasi ? missundertansing ? salah persepsi dan berakibat fatal bukan ?

Ya sudahlah, kemarin itu saya cuma sekedar mengingatkan ybs untuk menulis dengan benar, kalaupun tidak tahu yang sebaiknya tidak usah digunakan. Tapi karena ybs rupanya kurang menerima di kritik,,yo weslaaaaahh…no problemo 😛

Berikut kisi-kisinya semoga bermanfaat 🙂

Tanda Seru (!)

Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:

Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
Bersihkan meja itu sekarang juga!
Sampai hati ia membuang anaknya!
Merdeka!

Oleh karena itu, penggunaan tanda seru umumnya tidak digunakan di dalam tulisan ilmiah atau ensiklopedia. Hindari penggunaannya kecuali dalam kutipan atau transkripsi drama. (Wikipedia)

dan ini :

. Tanda tanya dipakai pada akhir tanya.
Contoh:

Kapan ia berangkat?
Saudara tahu, bukan?

Penggunaan kalimat tanya tidak lazim dalam tulisan ilmiah.

2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:

Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?).
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang. (sumber : Wikipedia)

2 thoughts on “Tanda seru (!) atau tanda tanya (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s