Sehari di Cirebon-Kuningan, ngapain ?


Jadi jalan-jalan kali ini pilihannya adalah Cirebon. Kenapa ? karena masih terhitung dekat dari jakarta, 3 jam saja dengan kereta api. Awalnya banyak yang nanya, cirebon ? ngapain ? ada apaan disana ?


Sayah juga belum tahu banyak sih, tapi terima kasih banyak buat internet yang ngasih banyak info tentang wisata di cirebon ini.

Pulang kerja shift malam akhirnya sayah, Yani, wiwin dan Ipul berangkat menuju stasiun kota. Karena ini perjalanan dadakan yang belum siap apa-apa, agak kesulitan juga sih kami dapet tiketnya. Untung saja kepala selalu celingak celinguk nyari info,,dan …voilaaaa…dapet deh jalur alternatif buat dapet tiket menuju Cirebon.

Selamat datang di Cirebon

Kami tiba di Cirebon sore hari dan di jemput seorang teman di sana, setelah bersih-bersih dan merapihkan bawaan, tepat pukul 7 kami pun berkelana keluar untuk melihat cirebon di malam hari.

Nasi Jamblang. Itulah yang pertama sayah ingin cari, pengen coba dan pengen rasain. Berdasarkan rekomendasi seorang teman kami pun makan nasi jamblang di sekitaran Klayan. Iya. Sepintas mirip nasi kucing sih porsinya, bedanya ini di bungkus daun hingga nasinya menjadi lebih harum khas daun tersebut.

Nongkrong asyik sambil makan Nasi Jamblang

Nongkrong asyik sambil makan Nasi Jamblang

Kenyang. Kami pun melanjut ke makam sunan gunung jati. Well..karena kami tiba tepat di malam jumat dan malam isra miraj, maka penuhlah area makam dengan dengan peziarah dari berbagai pelosok, dari yang tampilan sederhana sampai yang tampilan khas berseragam majelis ta;lim masing-masing.
Sayah pun enggan melanjutkan jelajah saking penuhnya. Dan yang membuat saya miris, belum masuk ke area makam beberapa orang bebaris, berjejer sambil menyodorkan sebuah baskom dengan nama sedekah, jariyah dll. Itu belum seberapa, di beberapa tempat pun terlihat seorang, dua orang mengangsurkan baskom yang sama kepada tiap peziarah.

Miris. 😦

Keraton Kasepuhan

Dengan harga yang terjangkau dan pemandu yang sudah piawai bercerita sejarah, rasanya sayang kalau melewatkan untuk mampir ke objek wisata ini. Bangunan berusia ratusan tahun yang masih berdiri kokoh ini mengagumkan. Di gapura masuk keraton yang terbuat dari bata merah kita akan melihat dinding gapura yang di hiasi oleh keramik-keramik buatan china, menurut pemandunya keramik-keramik itu di bawa oleh salah satu istri raja yang berasal dari negeri cina.

Gapura yang dilambangkan dengan singa putih

Gapura yang dilambangkan dengan singa putih

Masuk ke area keraton, kita akan dibawa menuju bangsal-bangsa milik raja terdahulu mulai dari tempat senjata dan kereta kencana, lobby keraton, tempat patih dan pejabat keraton dll.

Jadi, jaman dahulu untuk menemui raja pun birokrasinya sudah terbilang ribet yaahh πŸ˜€

Disana lah satu tempat, kita akan di perlihatkan sebuah lukisan prabu siliwangi dan memiliki keajaiban tersendiri. Kata pemandunya nih, Lukisan prabu siliwangi tersebut masih terbilang baru, sebelum membuatnya si pelukis bermimpi di datangi beliau untuk membuat lukisan ini. Lukisan ini pun punya daya unik sendiri, kalau kita lihat dari kejauhan sosok prabu siliwangi akan nampak besar dan menjulang tetapi kalau di dekati akan nampak kecil, begitu juga kalau kita menjauh mata dari lukisan itu seolah-olah mengikuti langkah kita..

Lukisan Prabu siliwangi

Lukisan Prabu siliwangi

😐

Vihara Dewi Welas Asih

Kami menyempatkan untuk mampir ke Vihara terkenal di kota ini. Vihara yang di dominasi warna merah dan emas ini megah berdiri. Pintu depannya bergambar seorang dewa yang gagah berani. Semuanya cantik dan mengagumkan.

Gerbangnya gagah

Gerbangnya gagah

IMG-20130608-WA0008

Nuansa emas dan merah bikin vihara ini cantik

Nuansa emas dan merah bikin vihara ini cantik

Keliling Kuningan, Yuk!

Beranjak ke kuningan, kami mampir ke Cibulan yaitu sebuah kolam pemandian umum di sekitar kuningan. Apa yang istimewa ? di sini ada ikan dewa yang besar-besar, konon katanya ikan ini bisa dilihat saat muncul tapi kalau sedang bersembunyi tidak ada yang pernah tau dimana dia bersembunyi. Uniknya pemandian ini adalah pengunjung bisa menceburkan diri di kolam yang sama dengan si ikan dewa.

Terapi ikan. GeliGeli Asyik

Terapi ikan. GeliGeli Asyik

weeew,,,sayah sih memilih untuk terapi ikan saja. πŸ™‚
Iya. kita duduk manis dan mencelupkan kaki ke kolam yang lebih kecil, gak lama kemudian..wuiiiidhhh…puluhan ikan akan mengerumuni kaki kita sampai ke sela-sela jari untuk memakan kulit mati. Rasanya ? Geli-geli gimana gituuhh… :))

Museum Linggarjati

Baiklah. Yang ngaku jago pelajaran sejarah pastinya tahu dong yah ini museum apa. Yup, ini museum dimana terjadinya perjanjian Linggarjati yaitu pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda tapi hanya beberapa daerah saja, dan menjadikan Indonesia bagian dari RIS.

Nah kan, jago kan πŸ˜›

Oleh pemandunya kita di ajak masuk mengenali tiap ruangan yang di pakai para wakil dari Indonesia dan Belanda kala itu menginap, Oh ya bangunan ini memang sempat beberapa kali beralih fungsi lho, dari rumah biasa, lalu di jadikan hotel belanda hingga akhirnya di jadikan museum. Kita bisa lihat ruangan-ruangan hotel jaman dulu dan menurut pemandunya, kebanyakan furnitur di hotel ini adalah replika karena ketika status rumah ini tidak jelas banyak furnitur yang di ambil oleh warga sekitar, beberapa warga yang sadar akan fungsi benda sejarah lantas mengembalikannya ke museum tersebut.

Hm…agak-agak rasa aneh sih disini, mungkin karena bangunan jaman dulu yah..jadi yaah sedikit freaky gitu.. :))

Jurnalis jaman dulu lhoo

Jurnalis jaman dulu lhoo

Oh ya,,foto adalah sejarah yang bercerita (NyeuQuotes2013),

perhatikan satu persatu foto yang ada disini, kita bisa lihat dan membayangkan situasi yang terjadi. Kalau sayah sih tertarik memperhatikan foto para jurnalis jaman itu saat membuat berita tentang peristiwa ini. Dimana pun menulis jadi, lihat salah satu foto para jurnalis yang mengetik di anak-anak tangga, bersusun dari tinggi dan rendah, itu sangat unik dan lucu lho, Belum lagi masing-masing memegang mesin ketik portable yang lumayan beratnya kan. Yah bagaimanapun mesin tik saat itu adalah harta para jurnalis ketika mencari berita yah, seperti tape recorder bagi jurnalis jaman sekarang πŸ˜›

Wisata SangkanHurip, berendam air panas

Kami mampir ke tempat wisata sangkanhurip yanitu tempat pemandian air panas. Dengan harga tiket yang relatif murah, tempat ini bisa jadi tujuan wisata setelah lelah keliling. Sumber air panas alami lumayan menghilangkan pegal-pegal.

Hmm…jangan bandingkan dengan ciater yah πŸ™‚

Dalam perjalanan menuju Kuningan ini kami sempat berhenti di sebuah tempat bernama Plangon, yang menurut pak supir adalah sebuah obyek wisata berupa makam di tengah hutan di dimana di dalamnya terdapat monyet-monyet yang dibiarkan hidup bebas. Banyak sekali monyet disini

Benaran lho, saat mobil kami berhenti sekumpulan monyet berhenti dan menghampiri, ada penjaja kacanag disitu. Monyet-monyet itu duduk manis sambil mulutnya sibuk mengunyah makanan yang kami berikan.
Well..seperti Monkey forest di ubud lah yaah.

Hmm..mungkin next trip kami bisa mengunjungi obyek wisata ini. πŸ™‚

Main-Main ke Alun-Alun Kuningan

Magrib kami pun kembali ke kota Kuningan. Alun-Alun yang di tandai dengan taman kota dan sebuah patung kuda di tengahnya yang cantik karena diterangi lampu, sepertinya jadi satu-satunya sarana umum bagi warga sekitar untuk jadi tempat istirahat, sekedar duduk-duduk atau pun bercengkrama. Memang tenang sih sebagai taman kota, bersih pula.
Menyebrang dari taman kota ada sebuah masjid megah yang berdiri dengan megah namanya masjid Syiarul Islam. Sayah sempat merasakan sholat magrib disitu dengan Yani (karena gak sempat merasakan shalat di masjid raya cirebon 😦 )

Makan  es krim di Alun-alun Kuningan. Ayolah, ini liburan kan ?

Makan es krim di Alun-alun Kuningan. Ayolah, ini liburan kan ?

Hm…sempet membayangkan sih kalau rejeki seabrek pengen punya rumah disini…hihihihih… :-p

Jangan lupa : Bukit Gronggong

Jelang malam sayah, Ipul, Yani dan Wiwin kembali ke Cirebon. Oleh pak supir yang mobilnya sayah sewa dari @RentalCirebon kami di ajak menikmati kota cirebon dari ketinggian, Bukit Gronggong.

Kami memilih duduk-duduk di tengah lapangan dengan minuman hangat yang dual penjaja sekitar. Langitnya sedang bagus dan bintang-bintangnya kelihatan sempurna, dari tempat kami duduk pun bisa melihat cahaya-cahaya lampu dari rumah penduduk yang beraneka ragam, seperti titk-titik bintang yang berpendar satu sama lain, sebuah lampu sorot yang beredar ke sana-kemari dan berasal dari Alun-alun kota Cirebon. Cantik.

Seharusnya Bukit Gronggong ini bisa jadi tempat wisata yang bisa diandalkan seandainya saja pemdanya mau melihat prospek disini. Menurut sayah sih tempat ini punya potensi wisata yang sangat bagus, bisa jadi tujuan wisata di cirebon. Lapangannya di rapihkan, rumput-rumput liarnya di bersihkan, di beri lampu penerangan sebagai penghias. Duuuhh…mungkin ketika sayah kembali nanti sayah bisa melihat perubahan ini πŸ™‚


Berburu Oleh-Oleh, itu wajib!

Oleh-oleh apa sih yang ada di Kuningan & Cirebon. Ketika sayah dan teman-teman di kuningan, pak supir yang punya akun @mamangpisang ini merekomendasikan sebuah toko oleh-oleh yang cukup terkenal namanya “Teh Diah” disini bisa membeli oleh-oleh makanan khas kuningan, hmmm…ketan yang dibungkus daun jambu dan di taruh dalam ember-ember itu menjadi pemnadangan paling umum di semua tempat oleh-oleh di kota ini.

Oleh-oleh dari Cirebon ?

Ayolah siapa yang tak kenal batik Trusmi. Banyak kain batik yang murah meriah sampai yang berharga ratusan ribu tersedia disini, dengan beragam motif. Iya sih rasanya kok sayang kalau ke kota ini melewatkan batik cirebon.

IMG-20130608-WA0010

Oya, Yang uniknya, saat kita tengah asyik berbelanja jangan kaget kalau tiba-tiba sepanjang jalan didalam toko ini di jadikan ajang catwalk. Oya ? IYA.

Yup. Para peragawati itu akan melenggak-lenggok dengan gemulai sambil membawakan sebuah busana dengan desain unik dari batik trusmi. Beneran kaya panggung catwalk, nanti MCnya yang akan menjelaskan baju-baju yang di pamerkan para peragawati yang notabene adalah para SPG mereka sendiri πŸ™‚

Hmmm…Sebenarnya, banyak hal-hal menarik lainnya yang bisa di jelajahi di sini. Kmi sendiri belum menuntaskan wisata kuliner disini yang katanya sangat banyak dan beragam itu.

Tapi keterbatasan waktu 😦

Ahhh,, next time kami pasti kesini lagi. πŸ™‚

Terimkasih Cirebon, kalian menyenangkan.

Caoooo… :-*

4 thoughts on “Sehari di Cirebon-Kuningan, ngapain ?

  1. plesirwisatacirebon says:

    #PAKETCITYTOURCIREBON & #TOURCIREBONKUNINGAN2H1M

    #CityTourCirebon

    ITINERARY
    09.00 – 09.30 Jemput di Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    09.30 – 10.00 Makan pagi Nasi Jamblang Mang Dul / Ibu Nur
    10.00 – 11.00 Tour Keraton Kasepuhan
    11.00 – 12.00 Tour Goa Sunyaragi
    12.00 – 13.00 Makan siang Empal Gentong H. Apud
    13.00 – 14.30 Tour Industry Kerajinan Kerang
    14.30 – 16.30 Belanja di Desa Trusmi Batik
    16.30 – 17.30 Oleh – oleh Khas Cirebon
    17.30 – 18.00 Kembali ke Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    18.00 – Tour Selesai

    HARGA PAKET TOUR CIREBON :
    Rp 400.000,- (5 Orang)
    Rp 325.000,- (10 Orang)
    Rp 275.000,- (20 Orang)
    Rp 235.000,- (30 Orang)
    Rp 215.000,- (40 Orang)
    Rp 195.000,- (50 Orang)
    Rp 175.000,- (60 Orang)

    HARGA TERMASUK :
    ARMADA WISATA, MOBIL / ELF / HIACE / BUS MEDIUM / BIG BUS (AC)
    TIPS DRIVER, BBM, PARKIR
    TOUR GUIDE
    MAKAN PRASMANAN 2X (KHAS CIREBON)
    JAJANAN PASAR 1X (KHAS CIREBON)
    AIR MINERAL 600ML
    HTM OBJEK WISATA
    LOKAL GUIDE

    #TourCirebonKuningan 2H1M

    ITINERARY Hari 1
    09.00 – 09.30 Jemput di Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    09.30 – 10.00 Makan pagi Nasi Jamblang Mang Dul / Ibu Nur
    10.00 – 11.00 Tour Keraton Kasepuhan
    11.00 – 12.00 Tour Goa Sunyaragi
    12.00 – 13.00 Makan siang Empal Gentong H. Apud
    13.00 – 14.30 Tour Industry Kerajinan Kerang
    14.30 – 16.30 Belanja di Desa Trusmi Batik
    16.30 – 17.30 Oleh – oleh Khas Cirebon
    17.30 – 18.00 Menuju Hotel + Check In
    19.00 – 21.00 Makan malam RM Klapa Manis (Menu Sunda)
    21.30 – Kembali ke Hotel

    ITINERARY Hari 2
    07.00 – 09.00 Breakfast di Hotel + Check Out
    09.00 – 10.30 Tour Situs Purbakala Cipari
    10.30 – 12.00 Tour Museum Linggarjati
    12.00 – 13.30 Tour Ikan Dewa Cibulan
    13.30 – 15.00 Makan siang RM Ampera (Menu Sunda)
    15.00 – 16.30 Oleh – oleh khas Kuningan
    16.30 – 18.00 Kembali ke Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    18.00 – Tour Selesai

    HARGA PAKET TOUR CIREBON :
    Rp 1.045.000,- (5 Orang)
    Rp 1.035.000,- (10 Orang)
    Rp 745.000,- (20 Orang)
    Rp 725.000,- (30 Orang)
    Rp 705.000,- (40 Orang)
    Rp 685.000,- (50 Orang)
    Rp 645.000,- (60 Orang)

    HARGA TERMASUK :
    ARMADA WISATA, MOBIL / ELF / HIACE / BUS MEDIUM / BIG BUS (AC)
    TIPS DRIVER, BBM, PARKIR
    TOUR GUIDE
    MAKAN PRASMANAN 4X (KHAS CIREBON + SUNDA)
    JAJANAN PASAR 1X (KHAS CIREBON)
    AIR MINERAL 600ML
    HTM OBJEK WISATA
    LOKAL GUIDE

    #TourGuideCirebon Rp150.000,-/Day (12Hours)
    #OjekWisataCirebon Rp100.000,-/Pax/Unit + Driver + BBM + Parkir
    #WalkingTourCirebon Rp150.000,-/Pax + Guide Tour
    #BecakWisataCirebon Rp200.000,-/Unit + Driver
    #TaxiWisataCirebon Rp250.000,-/Pax (Min2Pax) Unit + Driver + BBM + Parkir

    Reservasi Booking :
    082127388347, 087710663947ο»Ώ

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s