Mengurus paspor gampang, ternyata.


Foto sumber : Wikipedia

Foto sumber : Wikipedia

Paspor. Dulu sayah ngurusin karyawan bikin beginian, sekarang ngurusin diri sendiri. Gampang ternyata.

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. (Wikipedia)

Iyup. Karena sebuah keperluan dan resolusi tahunan, maka jadilah sayah menyempatkan diri untuk membuat buku ijo ini ke Imigrasi yang terdekat yaitu di Kantor Imigrasi kelas II Depok. Kali ini memang saya berniat mengurus sendiri, bukan menggunakan jasa Agentseperti dulu..hihihi..*maklum bayar sendiri* 😛

Jadi sayah mengumpulkan dokumen yang di butuhkan antara lain :

1. Kartu Keluarga
2. Akte Lahir ( atau kenal lahir dari kelurahan )
3. Ijasah terakhir
4. Copy KTP ( Ukuran A4 yah, gak perlu di potong kecil-kecil)
5. Surat keterangan kerja bagi yang sudah bekerja
6. Akte nikah ( bagi yg sudah menikah )

Oh ya, sebelumnya formulir yang harus kita isi antara lain :

1. Formulir SPRI
2. Data isian

Kedua formulir ini bisa kita minta di loket terpisah secara cuma-cuma alias gratis 😀

Lalu kita ambil nomor antri di Customer Service, wew..harus datang lebih pagi supaya nomor kita gak terlalu jauh. Setelah itu duduk manislah sambil menunggu nomor antrian kita tiba.

Setelah nomor kita di sebut, petugas akan memeriksa berkas asli dan foto kopi. Setelah dirasa cukup dan tidak ada kekurangan petugas akan memberikan tanda terima untuk foto dan wawancara di hari berikutnya.

*Kalau masih ada yang kurang, petugas akan meminta untuk melengkapi terlebih dahulu sampai lengkap..kap..kap..*

Note : Kata petugasnya, tanda terima untuk wawancara & foto ini berlaku sebulan, jadi kalaupun bentrok dari tanggal seharusnya bisa kok di alihkan ke hari lain. Tetapi jika sudah habis masa satu bulannya, maka kita harus melakukan prosedur dari awal lagi 🙂

Foto & Wawancara

Tiga hari setelah masuk berkas, kita diminta datang lagi untuk proses wawancara dan foto. Masih dengan proses yang sama, ambil nomor lalu menunggu giliran.
Ohya, di proses ini kita sekaligus membayar pembuatan paspor sebesar Rp. 255.000 saja ..coba bayangin kalo pake agent yang bisa berkali lipat.. 😦

Prosedur foto ini juga gak terlalu ribet seperti bayangan sayah sebelumnya sih. Kita di tanya, keperluan apa bikin paspor, kelengkapan dokumen dan hal-hal administratif lainnya.

Setelah selesai, kita akan di berikan lagi tanda terima untuk pengambilan paspor tiga hari kemudian.

Pengambilan Paspor

Tiga hari kemudian kita diminta mengambil paspor yang sudah jadi dengan membawa bukti pengambilan paspor dan bukti pembayaran. Prosesnya mudah kok, biasanya loket pengambilan di buka pukul. 13.00 jadi lumayan siang sih.

Oh ya, buat yang gak bisa mengambil karena bentrok dengan hal lain, kata petugasnya bisa di wakilkan kok. Kalau yang mengambil itu salah satu anggota keluarga kita yang tercantum di Kartu keluarga, sebaiknya Kartu keluarga di bawa sebagai bukti.
Kalau orang lain yang tidak tercantum, sebaiknya membawa surat kuasa pengambilan.

Nah kan, gampang kan, mudah kan, 🙂

Semoga tulisan ini bermanfaat

Caaaoo..

2 thoughts on “Mengurus paspor gampang, ternyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s