Day 15 : Kutunggu kamu di Den Haag


holland


Selalu suka dengan negeri di eropa ini. Jadi ketika kak Tikha melemparkan pertanyaan “negeri apa yang paling ingin di kunjungi?” maka dengan yakin-seyakin-yakinnya persis seperti orang yang baca ijab kabul.. *kek udah pernah adja nyeu* maka sayah pun menjawab :

B.E.L.A.N.D.A

Apa pasal ?

Yup. Sayas pernah membaca artikel sebuah desa di negeri kincir itu yang sekelilingnya di kelilingi sungai kecil, dan transportasi utamanya adalah perahu kecil atau kano. Kebayang dooong, kalo kita mau minta gula ke tetangga sebelah harus mengayuh sampan dulu…hihihihi..

😛

Romantisme menurut sayah kerasa gituh, jyah mirip-mirip dengan Venesia laah..tapi kan Venesia dengan gondola-nya sudah sangat mainstream *gayaaaa* 😀

Sayah ingin berjalan menyusuri perkebunan tulip aneka warna hingga betemu di bawah kincir angin yang berputar pelan. Manis ya. Iyain aja. 😛

Pada akhirnya untuk mengurangi kebosanan sayah akan mengunjungi Universitas Leiden, menghabiskan waktu berjam-jam membaca sejarah bangsa Indonesia yang banyak tersebar di Perpustakaan kampus ini. Yang konon tak bisa di kembalikan ke Indonesia 😦

Yah, Amsterdam, Den Haag, dan Leiden tunggu sampai aku memanggil kalian menjejakkan kaki disana 😛

Tulisan sederhana ini dalam rangka mengikuti #30HariNgeblog

2 thoughts on “Day 15 : Kutunggu kamu di Den Haag

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s