#31HariFF : Senja kali ini


senja

Tehku tinggal setengah cangkir. Aku memandnag lurus ke depan. Menikmati senja di teras belakang,ini sangat menyenangkan. Bau laut yang amis tak membuatku berhenti untuk menunggu si bola raksasa itu tergelincir ke batas horison.

Ini senja yang kusukai. Angin yang meniup pelan. Langit yang kemerahan dan deburan ombak yang suaranya seperti simfoni. Ahh, ini mengingatkanku padamu Erin. Bukankah dulu kita pernah bermimpi akan menikmati senja seperti ini, berdua saja di teras belakang rumah pantai kita ?

Erin, hati ini sepi sejak kepergianmu. Aku ingin berdua denganmu lagi, bercengkrama seperti biasa.

“Tuan Raffles, sudah malam mari masuk ke dalam.” kata seorang perempuan dengan tenang, meski sebenarnya ia nampak takut.

Aku mengangguk dan ia memapahku dengan lengannya yang kuat. Jericho, manula lainnya tertawa mengikik dan menganggu sekali suaranya. Ia menarik lengan perempuan itu, dan aku bisa melihat si payah itu berbisik.

“Hati-hati orang tua itu membunuh isterinya dua puluh tahun lalu,”

Pintu Panti jompo itu ditutup oleh perawat lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s