Review : Rurouni Kenshin – Legends End


source : google

source : google

Bosen liat bintang asia dengan drama menderu, isak tangis, lelaki berjas putih dan perempuan berambut panjang?

Mungkin ada baiknya mampir ke gedung bioskop dan menyaksikan film terbaru adaptasi dari sebuah manga berjudul : RERUONI KENSHIN.

Iyap.Kali ini RK muncul lanjutannya setelah film pertamanya, Kyoto Inferno. Jadi, mestinya sih nonton yang edisi pertamanya untuk bisa melanjutkan ke film keduanyanya. Yah. Biar gak bingung ajah 😀

LEGENDS END ini bercerita tentang Kenshin yang di temukan gurunya dalam keadaan pingsan setelah bertarung melawan shishio di tengah laut. Kenshin meminta pada gurunya agar di ajarkan jurus ampuh supaya bisa melawan Shishio, namun sang guru tidak begitu saja memberikan ilmunya, ia meminta pada Kenshin untuk mendalami dirinya sendiri, mencari tahu tentang kelemahan terbesarnya.

Sementara Kenshin sedang berguru, rupanya Shishio sedang berupaya mendapatan kekuasaannya mesi dengan kondisi makin terpuruk. Ia menekan menteri dalam negeri untuk mendapatkan Kenshin hingga di ciptakanlah sosok Kenshin sebagai buronan dan pencitraan yang sedemikian buruk agar masyarakat membencinya.

Di tempat lain, dua sahabat Kenshin yaitu sanosuke dan Kaoru masih berupaya menemukan Kenshin meski berkali-kali mengadapi rintangan.

Pada akhirnya, Kenshin menemukan apa yang menjadi kelemahan dirinya selama ini. Ia takut mati. Ia mungkin telah membunuh banyak nyawa dan juga menolong banyak orang, namun tetap ia memiliki ketakutan untuk menghadapi kematian. Sang guru akhirnya menasihati muridnya tersebut untuk lebih menghargai nyawanya dan memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk tetap hidup.

shishio

Di akhir film, dalam pertarungan antara sanosuke dan seorang biksu sedikit dari situ kita bisa tahu alasan-alasan para penjahat seperti Meiji, Yuma maupun Sojiro bergabung dengan shishio. Dan Kejutannya, Kenshin yang berjanji tidak akan membunuh lagi menepati janjinya. Dalam pertarungannya dengan shishio habis-habisan, Shishio mati karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk.

Menurut gue sebagai film yang diadaptasi dari manga ini cukup keren. Setting lokasi maupun kostum dan lainnya cukup bagus. Gue mulai suka dong dengan karakter Sojiro Seta, siapa sangka dengan senyumnya yang bikin ke awang-awang ternyata mempunyai masa lalu menyedihkan yang membuatnya menjadi sedemikian bengis. 🙂

seta

Tips aja sih, ketika lo di ajak partner yang manga lovers untuk nonton film ini sementara lo blank dan gak ngerti apa-apa, bukalah wikipedia untuk sekedar tahu inti cerita, karakter dan sejarah film itu sendiri yaaaaaah..minimal ketika kalian diskusiin hal ini sambil makan, lo gak bingung-bingung banget…bhuahahahahaha..

trust me, its works! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s