ChitChat @Reading Room


20141227_133711

Yeeyeeeeyyy!
Setelah lama bercuap-cuap di sosmed soal kapan ngumpul lagi dan chitchat soal ke-penulis-an *sok iye nih* akhirnya terjadilah kopdar ituh!

gue, Petronela (Mput), Rehein Fathia, Yomi, dan Danis.

Bertempat di Reading Room cafe di bilangan Kemang raya

(Nah, Mput emang paling jago nemuin tempat hangout asik yang cocok buat kutubuku πŸ˜› ) kami memesan menu sesuai selera masing-masing. Pagi-Pagi yang mendung dua cangkir lemon tea panas, coffee latte dan ice lemon tea melengkapinya.

Saosnya pedes-pedes penuh cinta gitu

Saosnya pedes-pedes penuh cinta gitu

Siomay ^^

Siomay ^^

Obrolan kami sih ringan aja, mulai dari proyek terbaru Rhein, Novel terbaru Mput, lika liku tugas sebagai wartawan dari Yomi, dan kisah-kisah dibalik meja Editor Danis. Ehemmm…sekaligus bisik-bisik soal “selebtwit” yang kontroversial dan mengundang tawa itu dengan ke-idealis-an nya…Aaaahhh kalau kumpul dengan satu grup memang bahasannya gak jauh dari buku, tulisan, dan karya.

punya buku selemari penuh? siapa yang gak kepengen coba

punya buku selemari penuh? siapa yang gak kepengen coba

Eits..siapa bilang kami cuma ngobrol gak penting sembari ngasibisin waktu. Salah! Percuma dong punya dua teman novelis ternama yang buku-bukunya udah mejeng di rak toko buku, kalau gak sekalian minta saran, pendapat, dan masukan supaya hasil tulisan lebih baik lagi. Apalagi untuk penulis yang tipenya pemalas kayak gue πŸ˜€

Beruntung yah walaupun udah tenar mereka gak pelit bagi-bagi ilmu…I love them.

Book corner ini keliatannya nyaman banget yah buat menghabiskan sore

Book corner ini keliatannya nyaman banget yah buat menghabiskan sore


Puas Chitchat jelang siang, kami memutuskan untuk melanjutkan hangout ke daerah Blok M. Iyep. Sebuah arena menembak di dalam plaza ternama itu. Arena menembak ini pernah jadi lokasi risetnya Rhein untuk novel terbarunya Gloomy gift.

Rhein emang total kalau bikin riset πŸ˜€

Sama bapak petugasnya kami diajari cara menembak yang baik, memasukkan peluru, hingga mengarahkan pistol ke arah target. Seru. Seru. Seru. Berasa jadi kayak detektif πŸ˜› Lima belas peluru kecil seharga dua puluh lima ribu rupiah kami arahkan ke target. Berhasil? Enggak. πŸ˜€ gue aja cuma dua peluru yang berhasil mengenai target sasaran.

Not bad laaah yah :-P

Not bad laaah yah πŸ˜›

Hikmahnya sih banyak, pertama : Kudu sabar. Nembak beginian aja kudu perhitungan, sabar, teliti, tepat dan presisi apalagi nembak cowok #eeeh πŸ˜›
Kedua : Namanya juga nembak hasilnya bisa masuk ke target, bisa juga meleset. Sama sih, kalau nembak cowok bisa diterima bisa juga enggak. Terima aja dengan lapang dada #Halaaaahhh #IniApaanSih

Puas main tembak-tembakan, kami ngobrol lagi, ngemil (lagi) disebuah cafe yang dekat dari situ. Sharing lagi dan tanya jawab lagi. Ini kan kesempatan langka ketemu warga Antoren jadi diupayakan maksimal deh yaaa..maklum orang-orang sibuk πŸ™‚ *Tsaaaaahhhhh!*

Jelang sore baru deh kita berpisah sesuai domisili masing-masing di KTP Ada yang ke Bogor, Ada yang ke Depok, Ada yang ke Jakarta.

Ahhhh…Kalau kopdar emang gak ada habisnya.

Kapan begini lagi?

Advertisements

7 thoughts on “ChitChat @Reading Room

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s