Ngapain sekolah lagi?


Hari ini berasa absurd sekali tapi juga merasa miris. Sayah sedang sibuk membaca sebuah website lembaga kursus Bahasa Inggris ketika salah seorang teman menghampiri dan bertanya tentang apa yang saya lakukan. Begitu mendengar jawaban bahwa “saya ingin mencari tempat kursus, mau les bahasa inggris lagi.”

Dia terperanjat.

Tapi saya lebih terperanjat lagi ketika kemudian mendengar dia berkomentar:

“Lu enak, gaji buat sendiri, belum kepikir bayar ini itu. Lagian lu kok masih mau sih mikir berat-berat, belajar, ntar klo udah nikah nih, boro-boro kepengen megang buku, ngerjain PR anak aja susah banget mikirnya.”

Kemudian sayah hanya tersenyum salah tingkah. Well, sayah gak bisa menyalahkan seseorang yang memandang betapa “gak pentingnya belajar”, sehingga menurut pandangannya “proses sekolah berhenti ketika menikah”, karena memang belum menikah juga sih 😀 .
Tapi sepengenalan terhadap diri sendiri, justru sayah sangat ingin sekali sekolah sampai menua. Sayah ingat ketika lulus SMA tapi harus menerima kenyataan bahwa sayah tidak bisa kuliah karena tak punya biaya.
Alhamdulilah saya di terima bekerja, selepas tiga tahun menjadi karyawan kemudian saya memutuskan untuk kuliah sambil bekerja. Jarak jauh yang menurut teman-teman sayah termasuk “Gila! lo ngejalanin kayak gitu” Cibinong – Meruya atau kadang-kadang Cikarang-Meruya kalau pagi saya terpaksa harus bekerja dulu.

Alhamdulilah sampai LULUS! 🙂

Tadinya sayah ingin sekolah lagi mengambil keguruan karena memang sangat-bercita-cita sekali menjadi guru ^^ tapi kemudian terpaksa tertunda sampai sekarang 😦

Siang ini sayah membuka website lembaga kursus karena ingin mengisi waktu kosong sembari memperdalam bahasa inggris yang acakadut alaihim ini, yaah syukur-syukur menambah item di CV nanti 😛 apalagi sebagai traveller yang-bercita-cita keliling dunia *halah* *GakDingIniBercanda* penguasaan bahasa inggris itu mutlak dan kudu menurut sayah, makanya agak malu sih sama teman-teman yang udah cas-cis-cus ngomong sama expat, sementara sayah masih bara bere bara bara bere bere 😀

Tapi mendengar komentar kawan tersebut sayah jadi berpikir, kalau semua orang punya pola pikir yang sama kapan bisa maju pendidikan kita. Apakah pendidikan (baca: sekolah) itu dibatasi dengan umur, status pernikahan, kesibukan etc..sayah sendiri malah takut kalau-kalau sudah berumur, sudah sibuk dengan keluarga lantas gak punya niat untuk sekolah lagi. Sayah tetep kepengen belajar..apapun pelajarannya.

Kemudian sayah tertawa.

Mungkin kawan sayah pastinya akan lebih tekejut lagi dengan beberapa teman sayah yang memutuskan untuk kuliah terpisah jarak dengan anak isterinya atau seorang sahabat yang bertekad untuk mengambil beasiswa demi punya pengalaman sekolah di luar negeri padahal umurnya sudah pantas untuk menikah.

Duh.

Semoga yah sayah mendapatkan kesempatan untuk selalu bisa belajar dan mengajar.

🙂

Advertisements

2 thoughts on “Ngapain sekolah lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s