L-O-V-E


“Onil,aku ajarin jalan di altar kaya tante sophie kemarin “
“Abi,aku mau gaun kaya tante sophie ahh,,ekornya panjang”
“Onil,tadi cincin daunnya mana ?”
“gak tau,emang tadi Abi ngasih ke Onil ?”
“Yah,gimana sih Onil,kalau orang nikah kan ada cincinnya,ga bisa niru tante sophie kemaren dong”

Dua puluh tahun lalu.

***********************************

Jakarta Im back.
“Heyyyy,,,Onil bangun anak jelek,mau ikut gw gak ?”
Onil alis Leoni membuka matanya,sosok pria botak sudah berada di sisinya,tengah membuka-buka ponselnya.
“iiihhh,,elo,,ngapain dimarih,,masuk-masuk kamar cewek ga sopan tau..”bentak Onil sambil merebut ponselnya.
“halaaahhh,,sejak lo sekolah di luar sana,ini kamar udah pindah tangan jadi kamar gw kalo gw nginep,tante lea kok yg ngasih ijin “
Onil memukul tubuh Abi dengan bantalnya,”enak aja lo,sekarang gw udah balik jadi lo kudu minggat dari kamar gw “
“iye..iye…nyonya besar…mau ikut gw gak,gw mau maen nonton basket sama temen-teman kantor,lo kan belum tau Jakarta,daripada kesel di rumah sendirian “
Onil menarik nafas.Rumahnya memang sedang sepi karena seluruh penghuninya sedang besuk Oma di Bintaro,dan Onil ditinggal sendirian di rumah ini bersama bik Imah dan cecunguk bernama Abi itu yang rumah kosnya hanya melewati beberapa rumah dari sini.
Dan beberapa saat kemudian Abi sudah mejeng di depan rumah Onil dengan vespa kuning ngejrengnya.Sumpah,Onil jadi Ilfeel dengan vespa kuning menterengnya itu,tapi yah mau gak mau akhirnya ia ikut juga dengan Abi,keliling Jakarta daripada ia sendiri kesal di rumah yang sepi itu.
Ahhh,padahal ia baru lima tahun meninggalkan Jakarta,tapi wajah kota ini sudah banyak berubah.Sudah banyak gedung menjulang,dan fly over,dan pusat belanja dimana-mana,meski masih kalah jauh dengan kota Sacramento tempatnya bermukim selama ini.
Tadinya Onil pikir ia akan menonton Abi tanding basket dengan teman-temannya,tapi ternyata mereka berdua hanya menjadi penonton teman-teman Abi tanding.
“Gw udah pensiun dari basket “ucap Abi menjawab pertanyaan Onil.
“Owww..pasti teknik lo mandek ya..mangkir latihan,,terus di skorsing,,lo tetep badung sampe akhirnya lo dikeluarin dari team dan holaaaaa..akhirnya Cuma jadi penonton seperti sekarang ini “cerocos Onil sambil mengunyah beef burgernya.
Abi tertawa terbahak-bahak,seraya menarik turun topi gadis itu hingga wajah Onil tertutup topinya sendiri.”Sok tau lo ahh “.
Bisma,sahabat Abi menghampiri keduanya dengan tubuh basah bersimbah peluh,Abi memberikan sebuah handuk kering padanya.
“Anak-anak lagi gak focus semua tuh,pada gak semangat,,ga tau kenapa “ujar Bisma dengan sewot.
“Ya sabarlah,pertandingan kan dimulai dua minggu lagi,masih ada waktulah “
“Kalo lo masih maen sih gw ga akan kuatir begini,kalau maen berdua juga gw yakin kita bisa kalahin mereka “Ujar Bisma lagi,sesekali melirik kearah Onil yang langsung salah tingkah.
Setelah tersadar barulah Abi memperkenalkan Bisma dengan Onil.Bisma menyambut senang,dan Abi tahu itu,karena sejak tadi ia memperhatikan Bisma yang menunggu untuk diperkenalkan dengan Onil.
Setengah jam kemudian Abi pamit dan mengajak Onil untuk berputar-putar lagi,keliling Jakarta.Sesekali Onil mengeluh kepanasan dan mencak-mencak gak karuan karena debu menyergap wajahnya.Nonton teater di TIM,ke monas,mampir ke museum dan foto-foto di fatahilah,Makan di blok S,hingga terakhir duduk-duduk di dermaga ancol.
“Oh My God !”desis Abi seraya memegang kepalanya yang kesakitan.
“Kenapa lo ?”seru Onil panic.
Abi mulai mengatur dirinya sendiri,”its ok,,ga kenapa-kenapa “ucap Abi pelan.
Onil menarik nafas lega.

***************************
Onil tersenyum,dress putihnya sesekali berkibar.
“Kamu cantik “bisik Bisma di telinga Onil yang tersenyum senang.
Mereka berdua masuk ke dalam Hall bersamaan dengan pengunjung lain yang akan menonton pertunjukkan orkestra dari Jerman.Sudah sebulan ini Onil dan Bisma menjadi sangat dekat.Ketika bertemu Onil kemarin,BIsma meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia jatuh cinta dengan sahabat masa kecil Abi itu.Sesekali Bisma melirik kearah Onil yang duduk di dekatnya,dan tak berhenti mengagumi gadis itu.
Pertunjukan selama dua jam itu berakhir dengan standing applaus yang sangat bergemuruh dari para penonton.Dalam perjalanan pulang menuju rumah Onil tak hentinya Bisma melucu hingga membuat Onil terpingkal-pingkal.Onil merasa lelah,tapi ia senang,terlebih Bisma sangat baik dan memperhatikannya.
Onil membuka ponselnya yang sejak tadi di setting silent olehnya,,sebuah SMS masuk dari bisma :
Have a nice dream pretty babes
Onil tersenyum lalu membuka folder miscallnya,nama Abi tercatat sepuluh kali mencoba mengubunginya.Onil mengerenyitkan dahi lalu bermaksud meneghubungi Abi tapi kini giliran ponsel Abi yang tidak aktif.

*************************

Keesokan paginya.
Bik Imah masuk ke kamar Onil dengan tergopoh-gopoh ketika majikan mudanya itu berteriak memanggilnya.Onil belum beranjak di tempat tidur dan masih melihat ponselnya dengan malas.
“rumah sepi banget sih bik,mami kemana ?”
“Kerumah sakit neng,nganterin mas Abi,semalem mas Abi pingsan di kosnya “jawab bik Imah.
“Hah?!pingsan ?? kenapa ?”Onil terlonjak kaget.
Bik Imah menggeleng.

“Heyy,kenapa lo,,pagi-pagi udah nyulik mami gw buat nganterin lo “sewot Onil ketika Abi dan mami Onil kembali dari Rs.
Abi tersenyum nakal,”yeee,,makanya kalo ngedate tuh,handpone di nyalain,,orang nyari-nyari dari semalem,malah keasyikan “.
Onil nyengir memamerkan gigi putihnya,”hehehehe…maaf sobat,abis lagi asyik sihhh,,uhhhmmm,,,Bisma tuhhhh..baeeeeeekkk banget ternyata bi “
Abi berdehem memperhatikan Onil yang bahagia bukan main,”ya baguslah,,jadi gw kan tenang ninggalin lo sama Bisma “
Onil meninju wajah Abi yang meringis kesakitan,”ninggalin gw ..emang lo mau kemana ?gw kan baru berapa bulan nyampe Jakarta masa lo mau ninggalin gw “
Abi terkekeh seraya membelai kepala Onil pelan lalu mengacak-acak rambutnya,”ya emang gw mau disini terus,ngeliatin lo pacaran sama Bisma,,ogahh,,”
Onil nyengir lagi lalu memeluk sahabatnya itu.Diam-diam Abi melirik mami lea yang masih berada di dapur dan menatapnya sedih,tapi Abi membalas tatapan mami lea penuh arti dan tersenyum.

*********************************

Di pernikahan tante Kiya.
Onil dan Abi berdiri khidmat memperhatikan tante kiya berjalan pelan dan anggun di altar.Semua orang yang hadir terkagum dengan penampilan tante Kiya yang sangat cantik,gaun putih panjangnya berkibar,terlebih Onil yang tak berhenti melihat tante Kiya dari atas sampai bawah.
Sementara pastur memulai tugasnya.
“ya ampuuunn abi,gw suka gaun dengan ekor panjang “bisik Onil tak bisa diam.
“lo inget ga,waktu kita kecil lo juga suka sama gaunnya tante sophie Karena ekornya panjang “balas Abi.
Onil melirik kearah Abi ,”Lo masih inget ?”tanyanya seraya tersenyum.
Abi mengangguk.Lalu keduanya terdiam ketika tante Kiya menjawab pertanyaan pastur dengan sangat tegas,”Ya”.
Abi sedang membantu mama Lea ketika Onil menghampirinya dan meminta di temani duduk-duduk di teras,pesta sudah hampir selesai,para tamu sudah pulang tinggal mami lea dan abi yang sibuk membereskan sebagian,tapi mami lea mengijinkan Abi menemani putri manjanya itu.
“Kenapa sih ?’seru Abi sewot.
“Gw lagi kesel bi,Bisma nyuekin gw,telepon gw ga diangkat,sms gw ga di bales “ujarnya dengan mata basah.
Abi mengulurkan tisu tapi ditolak Onil,lalu Abi menyeka sendiri pipi Onil dengan lembut,”sabarlah,,mungkin dia lagi sibuk dan stress karena akan ada pertandingan nasional,sementara teamnya sedang rapuh saat ini “hibur Abi.
“tapi gw kok di nomor duain bi,apa basket lebih penting daripada pacar “Onil mulai sesegukan lagi.
“hmmmm..mungkin..hehehe..bercanda..percaya dehh,gw kenal bisma,dia Cuma perlu di kasih waktu aja,nanti juga nyariin lo lagi “
Onil mencubit pipi tembam Abi,”huh,,dasar,,,mentang-mentang sahabatnya,jadi ngebelain terus”
Abi terkekeh.
“kalau gw lebih sering sama lo Bisma ga boleh cemburu ya bi,orang yang rajin nemenin gw Cuma lo “rajuk Onil.
Karena gw ingin menjadi Bisma di hati putih lo,Nil.

*****************************************
“kamu yakin ga mau bilang tentang perasaan kamu ituh “Tanya tante Lea ketika mengantarkan Abi kontrol ke doketrnya.
“Lebih baik nggak tante,aku sudah cukup seneng kok lihat Onil bahagia dengan Bisma “.
Tante Lea menghentikan mobilnya ketika lampur marah di pertigaan kuningan menyala,”hidup kamu itu terlalu berharga bi,kamu pantas mendapat kebahagiaan walau sedikti “
“Tante denger kan kata dokter Roy,hidup aku mungkin ga lama,karena itu aku Cuma mau lihat Onil bahagia,dan Bisma gak nyakitin Onil,itu aja cukup,setelah itu aku mau pulang ke Jogja,ziarah ke makam orangtua aku,lalu menghabiskan sisa waktuku disana “.
“kalau tante boleh minta,ijinkan tante yang ngerawat kamu disini kamu sudah tante anggap seperti anak tante sendiri dan tante gak mau kamu sendirian di jogja “
Abi menunduk dan terdiam.
“boleh,asalkan tante merahasiakan soal ini dari Onil “.

************************************************

“Hah!!!pertandingan belum mulai,Sakti udah mulai bikin ulah,hancurin aja team ini sekalian,mana pertandingan nasional pula “maki Bisma ketika ia dan Abi sedang mendiskusikan pertandingan minggu depan di basecamp mereka.
“tenang,,kaya ga kenal tukang onar itu ajah,menjelang pertandingan memang dia selalu begitu,stress “ sahut Abi dengan pandangan yang tak lepas dari hasil evaluasi team mereka.
Bisma menjatuhkan diri di sofa lalu menarik nafas kesal,”dulu kita bertiga adalah pahlawan tak terkalahkan di team ini,sekarang satu persatu hilang,pertama lo yang mundur karena kesehatan lo,dan nanti mungkin sakti kalau dia udah mulai dilirik team lain,lalu gw ?mentok mandek disini “
“tenanglah sobat,gw kan masih mantau team ini,dan akan terus disini,kalaupun gw ngga ada lo bisa andelin Onil,kayaknya dia berminat juga kok “.
Dari sofa Bisma melempar Bola basket ke ring di depannya,dan,Hap!Masuk!.Kemudian ia mengambil botol air mineral dan meneguknya sampai habis.
“Kadang gw berpikir,gw menghalangi hubungan lo dengan Onil,dan itu makin membuat gw tak nyaman “ujar Bisma.
Abi menoleh kearah sahabatnya yang masih sibuk memainkan bola basketnya,”Maksud lo ?”
“Ayolah sobat,sebelum Onil datang lo begitu antusias menceritakan Onil,sejak kalian kecil dan mungkin itu jadi cinta pertama lo,dan Onil juga begitu lengket dengan lo,gw pikir hubungan kalian bukanlah cinta masa kecil saja “
Abi menunduk terdiam,di raihnya air mineral dari tangan Bisma.
“Sudahlah,gw hanya menganggap Onil sebagai adik “.

**********************************************

Hujan deras mengguyur Jakarta malam ini.Ketidakberuntungan Onil bertambah,Vespa menyebalkan Abi mogok,terlebih badannya sudah basah kuyup,untung saja beberapa buku yang dibelinya di pameran tadi di bungkus kantung plastic dua lapis,jadi gak bernasib sama dengan dirinya.
“uughhh,,sebellllll,,tadi kan gw udah bilang,kita naik taksi aja,dari sore tuh udah gelap bi “ucap Onil kesal,seraya menyeka wajahnya dengan tisu.Akhirnya mereka memutuskan untuk berteduh di sebuah halte sepi.
“Iya..iya..gw salah..sorry,gak tau kenapa si maikel ini tiba-tiba jadi ngambek “sahut Abi tenang.
Onil menaruh kantung belanjaannya,lalu menghampiri vespa kuning Abi dan menepuk-nepuknya seolah sedang berbicara dengan motor tersebut,”hey,,maikel,,lo minta diganti ya,kalo dalam tigapuluh menit lo ga sembuh juga,gw pastiin juragan lo beli yang baru,yang lebih keren,yang lebih besar,dari body lo ini !”.
Abi tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Onil,semakin di perhatikannya Onil dari dekat semakin ia menyukai sahabat masa kecilnya itu.Abi mengingat kembali memory yang paling berkesan untuknya waktu kecil dulu,kejadian dua puluh tahun yang lalu usai pemberkatan pernikahan tante sophie,mereka berdua bermain di belakang pekarangan rumah Onil lengkap dengan gaun dan jas yang belum disalin.Mereka berdua begitu asyiknya membicarakan tentang pernikahan mereka pada saat dewasa nanti,dan sangat ingin mnegikuti jejak pernikahan tante Sophie yang menurut mereka berdua sangat indah.
“heyy,,bengong,,mikirin apa sih “Suara Onil membuyarkan lamunan Abi.
“hmmm..nostalgia,nginget waktu kita kecil,waktu lo ngilangin cincin buatan,sampai akhirnya mau niru gaya tante sophie jadi bubar “.
Onil tertawa,”Iya juga ya,,gak tau waktu itu jatuh dimana,,hmm..itu dua puluh tahun yang lalu ya Bi,udah lama banget “.Onil menyenderkan kepalanya di bahu Abi dengan nyaman.
Abi melingkarkan tangannya di kepala Onil,”lo tuh dulu jelek,tembem,gendut,rambutnya kriwil..ehh udah gede malah makin jelek..”ledeknya.
Onil merajuk dan memukuli Abi,’Ihh lo kok ga berubah sih,hobi banget ngatain gw ,biar jelek banyak yang ngantri tau“
Abi tersenyum sekilas,”lo emang jelek sih,tapi sayang gw ga berubah dari waktu kita kecil sampai sekarang masih sama “bisiknya lembut.
Onil terbangun dari pelukan Abi,lalu menatap mata pria itu sejenak,”Apa kata lo?kenapa baru bilang,padahal sebelum gw berangkat ke luar negeri tujuh tahun lalu,gw berharap lo mengatakan sesuatu tentang itu,tapi ternyata ngga”.
“Ssst,,sudahlah gak usah di bahas “bisik Abi lagi seraya mengecup kening Onil gadis itu menampakan wajah penuh Tanya berharap Abi menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang di tahannya sejak tujuh tahun yang lalu itu.Ia mencintai Abi dan menyadarinya justru menjelang keberangkatannya keluar negeri,Onil berharap Abi menyatakan cintanya seperti ketika masih kecil dulu dan menahannya untuk pergi,tapi Abi diam saja,dan itu membuat Onil sedih.
“ada taksi,lo pulang duluan ya gw nunggu sampai hujan reda dan bawa motor ini ke bengkel di depan “ujar Abi membuyarkan suasana hangat yang di rasakan Onil.Sebuah taksi berhenti tepat di depan mereka,dengan sopan Abi membukakan pintu untuk Onil yang masih menatapnya bingung.
“Kenapa baru bilang sekarang ?”Tanya Onil lagi,dan Abi pun menggeleng.

Pertandingan Basket
Gemuruh di stadion basket terdengar dari penonton yang menjagokan klub basket andalan mereka.masing-masing kubu mengenakan atribut kebanggaan mereka.pertandingan baru berjalan lima belas menit yang lalu tapi tampaknya Bisma dan kawan-kawan dengan mudah mencetak angka sejak awal permainan.Bisma berlari ke sana-kemari dengan gesit melemparkan bola kearah Sakti lalu dengan santai dan elegan Sakti melakukan hatrick.sekali lagi angka untuk kubu Bisma.
Onil dan Abi pun tak kalah antusias memberi semangat untuk Bisma,mereka berteriak,melompat dan tekadang memaki lawan Bisma,dan semakin memacu semangat Bisma.
Setengah jam permainan berlangsung,Abi mulai merasakan kepalanya pening,tetapi ditahannya rasa sakit itu.Tetapi rasa sakit mulai mejalar hebat di sekujur tubuhnya,berkali-kali Abi menunduk menahan sakit dan menyeka butiran keringat yang keluar dari tubuhnya dengan deras.tubuhnya kini basah oleh keringat melebihi Bisma.Abi tahu ini rasa sakit yang bukan seperti biasanya,ini lebih luar biasa.
Dengan wajah menahan rintih,Abi meminta ijin ke Onil untuk mencari udara segar,Onil hanya mengangguk tanpa sempat memperhatikan perubahan di wajah Abi,Lalu Abi melangkah tertatih keluar stadion.
Tak ada yang menyadari,semuanya bersorak,bersorai,bergemuruh,mengekpresikan kemenangan grup Bisma,suara riuh rendah bergaung di dalam stadion.Abi tahu Bisma menang,tetapi ia lebih tahu bahwa ia membutuhkan pertolongan saat ini,dan ia menyadari ia hanyalah seorang diri,tak seorang pun yang dapat dimintai tolong olehnya.
Dan Abi pun tersungkur,rintihannya tenggelam oleh gemuruh di dalam stadion.

********************************************

Jakarta Mendung hari ini.Bau mawar menyeruak diantara kerumunan orang-orang berpakaian serba hitam.Onil masih sesegukan di sisi tanah liat dimana Abi baru saja pulang ke rumah abadinya,disisinya Bisma yang berusaha tampak kuat untuk menegarkan Onil.Sejak kemarin sore Onil tak berhenti menangis,air matanya bersimbah deras,sejak Abi di temukan tersungkur di luar,kemudian mengalami koma di rumah sakit hingga hari ini,Onil tak henti-hentinya menangis,hanya Bisma yang sanggup menahan airmatanya,Sementara tante Lea tak berbeda dengan Onil,ia kehilangan putra diluar rahimnya yang sudah ia rawat sejak kecil.
Jakarta masih mendung,tapi tak lama,karena hujan rintik-rintik mulai turun menggayuti langit dan menemani kesedihan Onil,Bisma dan Tante Lea.

Selesai

Cb 8 April 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s