Luka di Legian


Date : Sept, 01
From : Shine.Shinji@yahoo.com
To : Sara_Nakamura@yahoo.com
Subject : Good Morning!

Apa kabar Ara-chan ? Ahh, maaf aku baru mengabarimu setelah dua bulan berada di pulau ini. Kau tahu ,sebagai seorang peranakan dari Indonesia seharusnya kau singgah di pulau yang indah ini. Lautnya biru, pasirnya putih, deburan ombaknya tenang. Seperti irama di surga. Aku yang seorang Jepang pun menyukai tempat ini.
Ahhh, bagaimana pekerjaanmu Ara-chan? Apakah semuanya baik-baik aja ? kau masih makan dengan teratur bukan ? jangan sampai maagmu kambuh.
Baiklah, Ketut sahabatku sudah menunggu. Ia akan mengajakku berkeliling dengan sepeda motornya.
Sampai jumpa Ara-chan.

Ahhhh, akhirnya datang juga email dari Shinji.

Aku menarik nafas berat. Laki-laki itu telah pergi dari Tokyo sejak dua bulan lalu. Aku tahu ia hanya ingin menghilangkan rasa kecewanya karena Ishida menikah dengan pria lain sementara aku yang bertahun – tahun menjadi sahabatnya ditinggal begitu saja tanpa di beri kabar. Menyebalkan sekali, Shinji.

Date : Sept 5
From : shine.Shinji@yahoo.com
To : Sara_Nakamura@yahoo.com
Subject : Re :Good Morning

Menyenangkan sekali membaca balasan darimu Ara-chan, kukira kau sudah melupakanku. Ahh, aku berlebihan sekali bukan? Tetapi memang itu yang ku khawatirkan setelah kita terpisah begitu jauh. Aku mulai mencintai pulau ini Ara-chan, datanglah kemari dan kau akan merasa mencintainya juga.
Bye …Ara-chan


Aku menyukai saat-saat berada di depan netbook merahku dan menemukan sebuah email dari Shinji. Tidak ada keinginan terbesar untuk membuka kotak email selain berharap ada kabar darinya. Itu sangat membahagiakan sekali, sama seperti menemukan sebungkus es krim di tengah musim panas. Membaca email dari Shinji rasanya rinduku terbayar.

Date : Sept 7
From : Shine.Shinji@yahoo.com
To : Sara_Nakamura@yahoo.com
Subject : Re: Good Morning!

Ara-chan, selama dua bulan ini sahabatku Ketut sudah mengajakku berkeliling melihat indahnya pulau ini. Aku pun berpikir untuk tinggal disini dalam waktu lama dan membuka sebuah bisnis restoran bersama Ketut. Bagaimana menurutmu ?
Kupikir aku masih membutuhkan saran dan nasihatmu yang brilian itu, berikan pendapatmu Ara-chan.


Bagaimana Bali. Tiba-tiba saja aku ingin memborong buku wisata yang berisi tentang pulau itu dan duduk berlama-lama di depan netbookku untuk browsing mengenai pulau Bali yang di puji – puji oleh Shinji. Ongkos kesana pasti mahal sekali dan aku harus menabung berbulan-bulan untuk bisa kesana. Itu hal yang menyedihkan sementara aku begitu rindu pada Shinji.

Date : Sept 11
From : Shine.Shinji@yahoo.com
To : Sara_Nakamura@yahoo.com
Subject : Seorang teman baru

Ara-chan nasihatmu yang menyuruhku berlibur itu ada gunanya juga. Kau tahu, aku mempunyai teman baru. Dia berasal dari Kyoto, namanya Yuri. Dia pun sedang berlibur dengan keluarganya disini. Ia manis sekali.


Apa-apan ini Shinji. Dia memberitahukanku kalau dia menyukai seorang gadis yang baru saja di kenalnya ? Begitu mudah jatuh cinta lagi ? dan dia mengabaikan perasaanku yang bertahun – tahun menunggunya. Baiklah, Shinji kau menyebalkan sekali. Baru kali ini aku merasa muak membaca emailmu ini.

——————————————***********——————————————————-

Aku menyesap kopi hitamku dan mulai membuka email. Sudah dua minggu ini aku mengabaikan email dari Shinji. Aku malas membaca email-emailnya yang berisi tentang hubungannya dengan Yuri yang tampaknya serius. Mungkin Shinji sudah menemukan obat untuk patah hatinya. Sementara ia sembuh dari lukanya kini giliran aku yang patah hati oleh Shinji.

Huuufhhtt. Shinji, apakah ia sama sekali tidak melihat sisi lain dariku selain sebagai seorang sahabat ? mengatakan terus terang tentang perasaanku pun rasanya mustahil.

Date : Sept 26
From : Shine.Shinji@yahoo.com
To : Sara_Nakamura@yahoo.com
Subject : Hai..

Sepertinya kau marah padaku ya ? Aku tidak menerima balasan emailmu dari minggu lalu. Apakah kau sudah mencoba kopi Bali yang kukirimkan padamu Ara-chan ? itu kopi terenak yang pernah kuminum. Saat melihatnya aku teringat pada kau, sahabatku pecinta kopi lalu aku memutuskan untuk mengirimkannya padamu. Kalau kau datang kesini, aku akan membelikanmu banyak kopi Bali untuk di bawa pulang.


Aku tersenyum membaca emailnya sambil menyesap kopi yang dikirimkannya. Ahhh.. Shinji, bagaimanapun rasa kesalku padamu tetap saja yang kau sahabat yang baik. Bagaimana aku bisa marah padanya, sementara ia selalu bisa membuatku tersenyum kembali.

Date : Oct 5
From : Shine.Shinji@yahoo.com
To : Sara_Nakamura@yahoo.com
Subject : Hai..

Ara-chan, aku sudah menemukan tempat untuk bisnis restoranku nanti, letaknya di Ubud. Lokasinya sangat tenang sekali, tidak terlalu hingar bingar seperti Kuta. Karena dalam beberapa waktu kedepan aku akan sangat sibuk, maaf jika aku terlambat membalas emailmu.

Oh ya, Yuri rupanya sudah bertunangan. Aku baru mengetahuinya kemarin. Hal itu membuatku kecewa Ara-chan, seandainya kau disini menghiburku.

Aku tertegun. Entah kenapa membaca emailnya ini aku merasa ikut merasakan kesedihannya, tetapi di sebelah hati yang lain aku juga senang setidaknya Shinji masih membutuhkanku. Shinji masih memikirkanku. Apakah aku harus datang ke pulau Bali dan menyatakan perasaanku secepatnya sebelum ia bertemu dengan gadis lain dan jatuh cinta lagi.

Berita buruknya, tabunganku belum cukup. Kemarin setengah dari isi rekeningku sudah ku pakai untuk membayar biaya Rumah Sakit pak Okada, pemilik flat tempatku menetap.

Date : Oct 12
From : Shine.Shinji@yahoo.com
To : Sara_Nakamura@yahoo.com
Subject : Hai..

Selamat pagi Ara chan..

Bisnisku sudah mulai berjalan sejak minggu kemarin. Kau tahu Ara-chan, sepertinya keberadaan ku disini kurang lengkap tanpamu. Tiga bulan berada disini aku baru menyadari, aku rindu padamu.

Maukah kau tinggal disini menemaniku Ara-chan ?


Aku terdiam sejenak membaca kabar dari Shinji. Inikah perasaan Shinji sebenarnya ? apakah dia memintaku menjadi kekasihnya ? Rasanya ingin melompat-lompat diatas sofa kalau saja aku tidak menyadari bahwa saat ini aku berada di sebuah kedai kopi.Pasti akan memalukan jika hal itu terjadi. Aku bahagia sangat bahagia bahkan sampai jariku gemetar ketika hendak mengetik keyboard untuk membalas email Shinji.

Huruf apa yang harus kutulis ? Kalimat bagaimana untuk menjawab email Shinji ?. Aku seperti kembali menjadi anak kecil yang sedang belajar menulis untuk mengungkapkan perasaanku. Bagaimana menuliskan kata bahagia yang aku rasakan saat ini ?

—————————————————******——————————————————-

Asahi Shimbun tergeletak diatas mejaku. Aku terlonjak kaget membaca headlinenya yang ditulis dengan huruf besar itu. Tertanggal 12 oktober. Kemarin.

BALI WAS BOMBED

Cangkir kopiku sontak terlepas dari genggaman. Isinya tumpah mengotori lantai sementara cangkir porselen itu pun hancur berserakan.

————————————————–******——————————————————-

Tiga tahun kemudian.

Aku terpekur di depan sebuah dinding marmer tinggi berwarna putih. Beberapa orang mengambil gambar disini dengan antusias seolah berada di sebuah lokasi wisata ternama. Itu menyakitkan buatku, ini bukan lokasi wisata. Ini tempat kesedihanku bermuara.

Aku tak pernah berniat mendatangi pulau ini sejak tragedi yang menimpa Shinji. Sebulan pertama aku dan keluarganya mengalami masa-masa cemas berharap keadaan berubah dan berita yang salah.

Tetapi tidak ada keajaiban yang datang. Rasa panik, sedih, trauma sekaligus marah semuanya tergambar di wajah orang tua dan saudara-saudara Shinji. Aku pasrah dan tidak pernah mengikuti kelanjutan berita mengenai peristiwa itu sama sekali.

Sekarang aku disini.

Berdiri di depan monumen yang dulunya adalah lokasi pengeboman itu. Rasanya perih. Dari Ketut aku mengetahui bahwa Shinji tak pernah berada di dalam klub itu tetapi sedang berdiri di pinggir jalan menunggu Ketut mengambil motornya.

“ Malam itu kami baru saja kembali dari Gianyar, untuk memesan sebuah cincin perak. Kami memutuskan untuk megambil dokumen di losmenku, di daerah Legian.“

Airmata meluncur dari pelupukku tanpa bisa kutahan.

Kota C, 2 Juni.

17 thoughts on “Luka di Legian

  1. flyingwithme says:

    Duh, maaf ya Nye, saya baru berhasil baca cerpenmu ini. Dari awal cerita sudah memancing saya untuk terus baca.. baca.. dan baca lagi. Dan di tengah-tengah.. BUM !!!

    Kejutannya tak terduga.

    Bikin saya tiba-tiba nyesek baca hingga akhir. KEREN ! 🙂

    Like

  2. Coretan Kecil Nita says:

    Mbaaaa…. nyuhungkeun hampuraaa…. baru sempet komen 🙂

    Baca ini berasa basah hati saya… gerimis di jiwa… Baguuus…
    memotret “rasa” dari orang-orang yang merasa itu tak mudah.

    Tapi Mba,,, mulus menuliskannya 😀 🙂

    Like

  3. Noah's says:

    sequelnya mana? Mungkin sudut pandang Ketut sahabat Sinji…. atau monolog Sinji dan hatinya kepada Ara terkait cincin perak?? boljug…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s