The Death of Mr.President


Andrew menutup teleponnya ia menarik nafas lega setelah mendengar laporan seorang petugas intel bahwa Nikita sudah diamankan . Kini ia tidak lagi merasa terancam , bahkan posisinya sebagai orang nomor satu di negara ini semakin kuat setelah menyingkirkan perdana menteri yang berusaha membelot darinya.

“ Ketika wanita sudah tahu terlalu banyak maka yang harus dilakukan adalah menghilangkan jejaknya “ Andrew menuangkan Vodka ke dalam gelasnya.

Andrew membayangkan esok hari, lusa bahkan hari – hari berikutnya dunia tidak akan mengingat lagi sosok Nikita Polanski, kecuali sebagai wanita simpanan yang mengidap schizophrenia dan sudah berada dalam perawatan di Rumah Sakit jiwa.

Ia membuka laci dimana ia menyimpan sebuah surat ancaman yang dikirimkan untuknya setahun yang lalu. Sebuah surat singkat.

Nyawamu terancam oleh wanitamu di 20 10.
Waspadalah.

Laki – laki berambut pirang itu terkekeh membacanya lalu melihat kalender di sudut mejanya.

“ Surat ancaman yang hanya omong kosong bukankah 2010 itu setahun lalu, buktinya aku masih hidup sampai sekarang dan wanitaku sudah ku bungkam selamanya “ ujarnya dengan pongah lalu ia menuangkan Vodka nya lagi.

Pintu ruangannya di ketuk, Nancy kepala pelayan di rumahnya masuk dan dengan sopan membawakan tas kerja milik Andrew dan meletakkannya di sofa , tak lama kemudian wanita berumur lima puluh tahun itu kembali ke luar ruangan .

Andrew memperhatikan gerak – gerik wanita yang mulai lamban itu. Sudah puluhan tahun wanita itu menjadi kepala pelayan dan ia sangat mempercayainya , setiap urusannya dengan beberapa wanita di rumah ini selalu menjadi rahasia paling rapat dan tidak pernah bocor ke media.

“ Akulah politisi paling hebat di negara ini “ teriaknya dengan lantang lalu menyobek surat ancaman tersebut dan melemparnya ke tempat sampah.

**

Andrew McLane tidak pernah menyukai gelap. Tetapi kini ia terbangun dengan kamar yang sangat gelap gulita entah siapa yang mematikan lampunya, Nancy mungkin. Pikirnya.

Laki – laki itu bangun hendak menyalakan lampu, belum lagi tangannya meraih saklar ia melihat sesuatu bergerak di balik tirai. Ia bangkit dan mendekati tirai untuk memastikan bahwa apa yang dilihatnya hanyalah sebuah ilusi.

Tangannya belum sempat menyibak tirai sesuatu membekap mulutnya , dengan penuh tenaga ia berontak berusaha melepaskan diri tetapi tangan kasar pria di kegelapan itu terlalu kuat.

Sebuah benda dingin seperti menempel di perutnya, Andrew tahu itu adalah sebuah senjata api dengan kaliber 0,25mm yang biasa di pegang oleh agen rahasia. Ia berusaha mengenali wajah seseorang di depannya itu dalam kegelapan tapi gagal hanya nafasnya saja yang terdengar.

Shhuuuuutttt. Terdengar suara halus yang keluar dari senjata itu.

Andrew seketika roboh dengan perut bersimbah darah.

**

Nancy sejak tadi mondar – mandir di kamarnya. Ia gelisah , cemas dan takut. Ia adalah saksi mata atas malam ini tetapi seperti yang sudah menjadi janjinya pada Andrew McLane , semua yang berada di rumah ini akan tetap menjadi rahasianya.

Seharusnya ia sudah tewas malam ini.

Nancy memejamkan matanya, mencoba untuk tidur.

Andrew McLane kau seorang yang hebat tetapi juga bodoh, 20 10 bukanlah angka tahun, ia bisa di baca sebagai tanggal dan juga waktu.

Berbahagialah Nikita, perintahmu sudah kulaksanakan.

Nancy melirik jam digital di samping tempat tidurnya.

oct 20 : 20.10 pm

Advertisements

7 thoughts on “The Death of Mr.President

  1. naussea says:

    plot yg diuraikan cukup lugas, penokohan untuk si Andrew perlu diuraikan lebih deskriptif misalnya umur, atau keluarga atau mungkin fisik, latar ceritnya cukup baik, jika ini fiksi maka gaya bahasanya kurang figuratif, penempatan kata depan seperti “di 20 10” seharusnya kata “di” itu untuk tempat, mungkin perlu ditambakan majas agar manis serta amanat atau pesan dari ceritanya belum tersampaikan dengan baik atau memang tidak ada. hahahhaaa komen gue sok ngarti cerpen dah *digetok anne* :p

    Like

    • spicypizza says:

      makasiiih om…kenapa tidak di jabarkan penokohan secara mendetil itu karena..ya memang ini tidak dibuat untuk sebuah novel. sebuah jurnal pendek lebih tepatnya.. 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s