icip-icip di Bogor part 1 – temu sesama penulis


Usai lebaran kemarin saya berniat mencari menu makan lain setelah perut saya di jejali dengan menu yang sama seminggu ini,nastar,ketupat,opor dan teman-temannya.Saya pun mengajak seorang teman baru dari dunia maya bernama rhein fathia,seorang penulis.Misi saya kali ini adalah selain perut kenyang,wawasan juga nambah : Gimana caranya menulis yang okeh sampai cara mempromosikan bukunya ?! *jleb!

Ketemu penulis coup(le) love..horeeee...

Setelah ngobrol via twitter kami pun sepakat ketemuan di daerah warung jambu…sumpah demi apapun,Bogor tempat nostalgia saya waktu kecil..*yeaaaah,walaupun saya gak hafal banget jalannya* :))

Bertemulah kami,hihiihihi kaya udah kenal lama aja ternyata orangnya asyik.Langsung kami menuju destinasi selanjutnya : Macaroni panggang…horeeeee!

Terletak di jalan salak no 24,tempataya teduh sekali engan pepohonan dsekitarnya.Menurut Rhein,ini sudah berdiri sejak lama saat dia SMA (well,berarti saya saya sudah tidak di kota itu lagi) kami memesan macaroni panggang ukuran medium,karena yang small sudah habis,plus seporsi pancake tipis :))–saya pikir itu gak bisa disebut pancake kayanya,tetapi dadar tepung :p dan ice lemon tea *teteuuup,minuman kebangsaan!*

hasilnya,,begah!!

ini yg bikin kekenyangan.


diselingin interviw dengan si penulis coup(le) love ini,mulai dari nanya tentang cara nulis novel,nerjemahin isi pikiran ke dalam tulisan ,proses editing ,sampe terbit dan sukses! saya bener-bener nanya sampe puas deh..sampai akhirnya seorang teman Rhein tiba dan kami pun melanjutkan sesi ngobrol. :p

Suasana bogor yang teduh adem membuat saya betah berlama-lama disini.Ada sebagian masa kecil saya di torehkan di kota hujan ini.Ngobrol selesai seiring dengan tersisanya selembar foam alas macaroni panggang tersebut,gelas-gelas yang mulai kosong dan sekotak macaroni panggang pesanan untuk dibawa pulang (tau aja kalo mau makan enak mesti minta bawain πŸ˜€ ).
Kemana lagi…hihihihih…rupanya Rhein,maish punya destinasi lain untuk memanjakan perut..kami pun melanjtkan ke Botani Square sebuah plaza ternama disini.Tepat di lantai dua dan di pojok sebelah kiri,kami menemukan Pantasteiik tempat yang menurut Rhein Pancakenya enak luar biasa!

Atas sarannya pula.kami hanya memesan dua jenis pancake untuk bertiga dan minuman.
Sarannya makjleb! dua pancake saja sudah membuat perut tiga manusia ini kekenyangan saking enaknya…wooouughhhhhh…

Pancakenyaaaa


Kalau saja waktu yang tak pernah terbatas masih banyak tempat makan lain yang harus di kunjungi menurut Rhein,tapi berhubung masing-masing punya acara lain kami pun menyudahi acara wiskul hari ini,dan berpisah.
Saya pun pulang dan melenggang.
Okey saya bohong! saya tidak lengang kangkung…ding.. πŸ˜€
Tepatnya,saya menenteng sebuah macaroni panggang untuk dibawa pulang dan sebuah sepatu hasil cuci mata di mall depok πŸ™‚
#Dasarwanita

Advertisements